Orangtua yang Tega Mengikat Anaknya Jadi Tersangka

Berita Terbaru – Orangtua yang merantai anaknya yang berusia sebelas tahun di Padang, Sumatera Barat, diputuskan jadi tersangka. Polisi temukan bukti kalau ayah serta ibu korban, masing-masing berinisial M serta N (berumur 47 tahun serta 30 tahun), bertindak eksploitasi serta kekerasan pada anak dibawah umur.

Orangtua yang Tega Mengikat Anaknya Jadi Tersangka

Bapak tiri serta ibu kandung bocah ZRS itu tega memperlakukan anaknya lewat cara mengikat rantai pada kaki kanan saat malam hari. Keduanya juga memaksa ZRS untuk mengemis setiap hari di lokasi Jalan Ahmad Yani, Kota Padang.

” Keduanya telah kita tentukan jadi tersangka. Mereka mempunyai peranan semasing, termasuk argumen kenapa sampai tega mengikat kaki anaknya memakai rantai, ” kata Kepala Polresta Padang Komisaris Besar Polisi Chairul Aziz, Senin, 15 Januari 2018.

Berdasar pada hasil pemeriksaan, otak dibalik tindakan kekerasan itu dengan kata lain perencananya yaitu N si ibu kandung ZRS, sementara sang bapak tiri jadi eksekutor. Maksudnya supaya ZRS tidak kabur dari rumah serta agar setiap hari bisa diperintah mengemis.

Ke dua orangtua ZRS dijerat dengan dipakai pasal 333 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai perampasan kemerdekaan. Ancaman hukumannya adalah pidana penjara selama delapan tahun. Polisi masihlah mengkaji peluang menjerat M serta N dengan Undang-Undang mengenai Perlindungan Anak.

Sang bapak tiri saat ini ditahan di sel Markas Polresta Padang, sesaat si ibu kandung ditahan di tahanan khusus wanita di Markas Polsek Padang Timur.

Masalah anak dirantai itu kali pertama terungkap sesudah ZRS kabur dari rumah bapak tirinya pada Kamis tengah malam 11 Januari 2018. Waktu kabur, kaki kanan ZRS tetap dalam terikat rantai besi. Dia kabur sesudah mengelabui sang ibu dengan argumen ingin buang air kecil.

Bocah malang itu kali pertama diketemukan oleh seseorang polisi, Komisaris Besar Polisi Margiyanta, yang bertugas pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Waktu itu Margiyanta lihat ZRS ada dimuka tempat tinggal dinasnya. Lihat ada kejanggalan, dia lalu menghampiri serta membawa ZRS masuk ke tempat tinggalnya. Sesudah mendengar info dari si bocah, Margiyanta menghubungi Polsek Padang Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *