Wabah Campak Bunuh Puluhan Anak Suku Asmat

Berita Terbaru – Puluhan anak suku Asmat di Kabupaten Asmat, Papua, dilaporkan wafat dunia karena wabah campak yang menyerang lokasi itu. Beberapa warga pada distrik di lokasi itu juga alami gizi jelek yang sudah diputuskan berstatus peristiwa mengagumkan.

Wabah Campak Bunuh Puluhan Anak Suku Asmat

Berdasar pada data yang dilaunching Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, sejumlah 29 anak di beberapa kampung di Distrik Pulau Tiga dilaporkan wafat dunia karena terkena campak.

Sejumlah 367 dilaporkan terkena penyakit sama serta beberapa telah dirawat dirumah sakit. Laporan itu juga mengatakan beberapa anak alami gizi jelek walau tidak ada yang wafat dunia.

Wabah campak serta bencana gizi jelek itu berlangsung di sebagian kampung di Distrik Pulau Tiga, Distrik Jetsey, serta Distrik Sirets. Tetapi kampung dengan korban wafat dunia terdapat di Distrik Pulau Tiga, diantaranya Nakai, Kappi, As, serta Atat. Pada Distrik Jetsey serta Distrik Sirets, yang semasing terdiri empat serta lima kampung, dilaporkan tak ada yang wafat dunia.

TNI menyebutkan kalau aparatnya telah memberi vaksin pada beberapa ratus anak-anak di distrik-distrik itu, serta mereka yang menanggung derita campak cukup serius selekasnya dirawat dirumah sakit paling dekat.

Panglima Kodam Cendrawasih, Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, menyebutkan kalau aparatnya selekasnya membangun posko perlakuan wabah campak serta bencana gizi burik di Timika serta Asmat.

Satu pesawat Hercules/A-1326 dijadwalkan diterbangkan ke Timika. Pesawat angkut militer itu juga akan membawa 53 tenaga medis, yang meliputi dokter umum serta dokter spesialis dan paramedis, bersama alat-alat. Diantar juga keperluan pokok warga.

Menurut Pangdam, aparatnya sebenarnya telah lebih dahulu ada di Asmat untuk melakukan perlakuan awal.

“Korem 174/ATW sudah lebih dahulu ada di Asmat untuk melakukan pendataan manfaat menyatukan data, serta bekerjasama dengan Pemda setempat supaya bisa ditetapkan beberapa langkah yang pas dalam perlakuan bencana KLB, ” tuturnya di Jayapura pada Senin, 15 Januari 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *